Tugas Kampus
- Home
- Disclaimer
- Privacy policy
- Sitemap
- About
- Contacts form
- Tugas Kampus
- TANTANGAN PESANTREN DALAM ERA GLOBALISAI
- MAKALAH PERKEMBANGAN TARIKH TASYRI` DITINJAU DARI SEGI POLITIK DI INDONESIA
- MAKALAH PERAN PEMERINTAH SIPIL DI INDONESIA
- IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PROGRAM NASIONAL PEMERDAYAAN MASYARAKAT (PNPM ) GENERASI SEHAT DAN CERDAS DI DESA TLONTORAJA KECAMATAN PASEAN KABUPATEN PAMEKASAN
- MAKALAH KALIMAT EFEKTIF
- SKRIPSI KINERJA GURU
- Tinjauan Hukum Ekonomi Syariah Terhadap Perubahan Tarif Jasa Layanan Angkutan Umum
- implementasi nilai-nilai keislaman dalam pembentukan krakter
Monday, March 4, 2019
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PROGRAM NASIONAL PEMERDAYAAN MASYARAKAT (PNPM ) GENERASI SEHAT DAN CERDAS DI DESA TLONTORAJA KECAMATAN PASEAN KABUPATEN PAMEKASAN
IMPLEMENTASI
KEBIJAKAN PROGRAM NASIONAL PEMERDAYAAN MASYARAKAT (PNPM ) GENERASI SEHAT DAN
CERDAS DI DESA TLONTORAJA KECAMATAN PASEAN KABUPATEN PAMEKASAN
PROPOSAL
SKRIPSI
Disusun
oleh:
DEWI NOVITA PUTRI
( 2014310010 )
UNIVERSITAS
MADURA
FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI
JURUSAN ILMU
ADMINISTRASI NEGARA
KABUPATEN PAMEKASAN
2017
DAFTAR ISI
HALAMAN
SAMPUL........................................................................................ i
HALAMAN
PENGESAHAN............................................................................. ii
DAFTAR ISI........................................................................................................ iii
A.
PENDAHULUAN …………………………………………………………...1
A.
latar belakang............................................................................................... 6
B.
rumusan masalah.......................................................................................... 6
C. Tujuan Penelitian ........................................................................................ 6
D. Kegunaan Penelitian.................................................................................... 6
B.
KAJIAN PUSTAKA....................................................................................... 8
a.
Tinjauan Tentang implementasi kebijakan.................................................... 8
a) pengertian implementasi kebijakan publik................................................ 8
b) kebijakan publik....................................................................................... 9
c) proses implementasi publik....................................................................... 11
d) control pelaksanaan
implementasi kebijakan public …………………...13
e) bentuk-bentuk
implementasi kebijakan public …………………............14
b. Tinjauan Tentang program generasi sehat dan
cerdas................................... 19
a) pengertian program generasi sehat cerdas................................................ 19
b) tujuan program generasi sehat cerdas....................................................... 22
c) sasaran program generasi sehat cerdas..................................................... 23
d) prinsip-prinsip program
generasi sehat cerdas …………………………24
C.
METODE PENELITIAN................................................................................ 27
1. Jenis penelitian ........................................................................................ 27
2. Lokasi penelitian...................................................................................... 28
3. Focus penelitian....................................................................................... 28
4.
Jenis dan Sumber Data............................................................................ 29
5.
Tehnik Pengumpulan Data....................................................................... 30
6.
Analisisa Data.......................................................................................... 32
7.
Keabsahan Data....................................................................................... 35
DAFTAR PUSTAKA....................................................................................... 37
implementasi kebijakan program nasional pemerdayaan masyarakat (PNPM )
Generasi Sehat dan Cerdas di Desa Tlontoraja Kecamatan Pasean Kabupaten
Pamekasan
PENDAHULUAN
A.
Latar belakang
Istilah
implementasi muncul kepermukaan beberapa abad yang lalu. Yang pertama
menggunakan istilah tersebut adalah Harold Laswell (1956). Sebagai ilmuan yang
pertama kali mengembangkan studi tentang kebijaksanaan publik, Laswell
menggagas suatu pendekatan yang ia sebut sebagai pendekatan proses (policy process approach). Menurutnya,
agar ilmuan dapat memperoleh pemahaman yang baik tentang apa sesungguhnya
kebijakan public, maka kebijakan public tersebut harus diuraikan menjadi
beberapa bagian sebagai tahapan-tahapan, yaitu: agenda-setting, formulasi,
legitimasi, implementasi, evaluasi, reformulasi, dan terminasi. Dari siklus
kebijakan tersebut terlihat secara jelas bahwa implementasi hanyalah bagian
atau salah satu tahap dari proses besar bagaimana suatu kebijakan public
dirumuskan.
Secara
ontologis, subject matter studi
implementasi adalah atau dimaksudkan untuk memahami fenomena implementasi
kebijakan public, seperti: 1) mengapa suaatu kebijkan public gagal
diimplementasikan di suatu daerah. 2) mengapa suatu kebijakan public yang sama,
yang dirumuskan oleh pemerintah, memiliki tingkat keberhasilan yang
berbeda-beda ketika diimplementasikan oleh pemerintah daerah. 3) mengapa suatu
jenis kebijakan lebih mudah disbanding dengan jenis kebijakan lain. 4) mengapa
perbedaan kelompok sasaran kebijakan mempengaruhi keberhasilan implementasi
suatu kebijakan.
Selanjutnya, definisi
implementasi mengalami perubahan seiring dengan perkembangan studi implementasi
itu sendiri. Pressmman dan Wildavsky sebagai pelopor studi implementasi memberikan deffinisi sesuai dengan dekadenya.
Pemahaman dua serjana tersebut tentang implementasi masih banyak terpengaruh
oleh paradigma dikhotomi politik-administrasi. Menurut mereka, implementasi
dimaknai dengan beberapa kata kunci sebagai berikut: untuk menjalankan
kebijakan (to carry out), untuk memenuhi
janji-janji sebagaimana dinyatakan dalam dokumen kebijakan (to fulfill), untuk menghasilkan output sebagaiman dinyatakan dalam
tujuan kebijakan (to produce), untuk
menyelesaikan misi yang harus diwujudkan dalam tujuan kebijakan (to complete). Van Meter dan Horn (1974)
mendefinisikan implementasi secara lebih spesifik, yaitu: “policy implementation encompasses those action by public or private
individuals (or group) that are directed at the achievement of objectives set
forth in prior policy decision”.
Kebijakan menurut Carl
Friedrich (Wahab, 2004), suatu Tindakan yang mengarah pada tujuan yang
diusulkan oleh seorang, kelompok atau pemerintah dalam lingkungan tertentu
sehubungan dengan adanya hambatan tertentu seraya mencari peluang-peluang untuk
mencapai tujuan atau mewujudkan sasaran yang diinginkan. Suharto, 2005
mempertegas bahwa kebijakan adalah suatu ketetapan yang memuat prinsip-prinsip
untuk mengarahkan cara-cara bertindak yang dibuat secara terencana dan
konsesten dalam mencapai tujuan tertentu. Lain dengan Anderson, 2004
mengemukakan bahwa kebijakan sebagai langkah tindakan yang secara sengaja
dilakukan oleh seseorang actor atau sejumlah actor berkenaan dengan adanya
masalah atau persoalan tertentu yang dihadapi.
Berdasarkan
teori-teori diatas maka dapat disimpulkan bahwa implementasi kebijakan adalah
kegiatan untuk mendistribusikan keluaran kebijakan (to delivere polivy output) yang dilakukan oleh para implementer
kepada kelompok sasaran (target group) sebagai
upaya untuk mewujudkan tujuan kebijkan dan dapat berbentuk suatu usaha yang
kompleks dari masyarakat yang diperuntukkan untuk masyarakat sendiri dan pihak
lain kebijakan merupakan upaya untuk mengatasi konflik. Tujuan kebijakan
diharapakan akan muncul manakala policy
output dapat diterima dan
dimanfatkan dengan baik oleh kelompok sasaran sehingga dalam jangka panjang
hasil kebijakan akan mampu diwujudkan.
Tekait
dengan implementasi Kebijakan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri
Perdesaan (PNPM-MPd). Pemerintah Indonesia bertekad untuk mencapai pembangunan
millenium atau lebih di kenal dengan millenium developments goals (MDGs)
tersebut melalui penguat atau perancangan kembali program-program
penanggulangan kemiskinan yang telah ada. Mengingat tingkat rendahnya dan
pendidikan pada rumah tangga miskin merupakan tantangan utama yang harus di
hadapi Indonesia dalam memenuhi MDGs tersebut. Melalui program pemberdayaan
masyarakat di harapkan akan mempercepat pencapaian tujuan pembangunan
millennium, di antaranya: peningkatan pendidikan dasar, pengurangan angka
kematian bayi dan balita, peningkatan kesehatan ibu atau pengurangan angka
kematian ibu melahairkan, kesetaraan gender dan penguranga penduduk miskin dan
kelaparan.
Ditinjau
dari sisi kebutuhan masyarakat serta pelayanan pendidikan dan kesehatan di
Indonesia, ada beberapa masalah yang perlu menjadi perhatian. Beberapa masalah
yang terjadi dari sisi kebutuhan masyarakat adalah sebagai berikut :
1. Ketidaktahuan maupun ketidakpedulian
rumah tangga miskin terhadap pentingnya menjaga kesehatan dan mengenyam
pendidikan.
2. Ketidakmampuan keuangan rumah tangga
miskin untuk membiayai perawatan kesehatan maupun menyekolahkan anggota
keluarganya.
3. Ketidakmampuan keluarga miskin untuk
secara konsisten menjaga keberlanjutan perawatan kesehatan dan pendidikan bagi
anggota keluarganya.
Sedangkan
beberapa masalah yang terjadi dari sisi pelayanan adalah:
1. Cakupan layanan kesehatan dan pendidikan
yang kurang memperhatikan kondisi sosial budaya masyarakat.
2. Biaya layanan kesehatan dan pendidikan yang
dinilai masyarakat cukup tinggi, terutama bagi keluarga miskin.
3. Akses layanan kesehatan dan pendidikan
yang terlalu jauh dari tempat tinggal keluarga miskin.
4. Waktu layanan kesehatan dan pendidikan
yang kurang sesuai dengan pola aktivitas
anggota keluarga miskin.
Mulai
tahun 2007, telah dicanangkan program nasional dalam rangka melanjutkan dan
mengembangkan program penanggulangan kemiskinan yang disebut dengan Program
Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM Mandiri). Melalui PNPM Mandiri,
pemerintah melanjutkan program penanggulangan kemiskinan yang telah berjalan
baik seperti Program Pengembangan Kecamatan (PPK) dan atau PNPM Mandiri
Perdesaan. Pengalaman dari PPK dan atau PNPM Mandiri Perdesaan, menunjukkan
bahwa masalah kesehatan ibu-anak dan pendidikan dasar merupakan masalah yang
dihadapi oleh masyarakat miskin, namun belum dapat dijangkau secara optimal.
Karena itu dalam rangka memperluas dan mempertajam kegiatan masyarakat
dilaksanakan program khusus bagi peningkatan kualitas kesehatan ibu-anak dan
pendidikan dasar melalui PNPM Mandiri Perdesaan Generasi yang juga merupakan
bagian dari PNPM Mandiri Perdesaan. Melalui program ini, dalam jangka panjang
diyakini akan mampu mengurangi angka kemiskinan dan mendorong terciptanya
generasi yang sehat dan cerdas di Indonesia. Program khusus ini disebut PNPM
Mandiri Perdesaan Generasi Sehat dan Cerdas, yang selanjutnya disebut PNPM
Mandiri Perdesaan Generasi (PNPM MPd Generasi).
Dalam
rangka pencapaian peningkatan kesehatan ibu-anak dan pendidikan dasar, strategi
dan pendekatan dalam pelaksanaan PNPM Mandiri Perdesaan Generasi mengedepankan
dasar-dasar pemberdayaan masyarakat, yang memadukan aspek-aspek penyadaran,
peningkatan kapasitas dan pendayagunaan. Pelaksanaan PNPM Mandiri Perdesaan
Generasi berangkat dari masyarakat, dilakukan oleh masyarakat dan diperuntukkan
bagi masyarakat dan dipandang mampu menjamin efektifitas dan keberlanjutan
sebuah program penanggulangan kemiskinan. Sebagai bentuk kesinambungan dari
program pemerintah yang telah ada sebelumnya, maka pelaku dan kelembagaan yang
telah dibangun melalui PPK (Program Pengembangan Kecamatan) dan atau PNPM
Mandiri Perdesaan akan tetap digunakan dalam program ini.
Kabupaten
pamekasan melaksanakan PNPM generasi mulai tahun 2007. Pada awal pelaksanaannya
diterapkan di 13 kecamatan, antara lain Batumarmar, Galis, Kadur, Larangan,
Pademawu, Pakong, Palengaan, Pasean, Pagentenan, Proppo, Tlanakan dan Waru.
Pada tahun 2007 itu terdapat lokasi kecamatan generasi atau penambahan lokasi PNPM
generasi yang salah satunya adalah Kecamatan Pasean.
Desa
Tlontoraja merupakan salah satu desa yang melaksanakan PNPM generasi dan
memiliki jumlah masyarakat miskin atau RSTM paling banyak. Desa Tlontoraja
memiliki jumlah penduduk sebanyak 7.002 penduduk yang terdiri dari 3539 KK dan
1302 KK masuk dalam katagori RTM yang terdapat sasaran program Ibu Hamil, Bayi,
Belita, Anak Usia SD dan Anak usia SMP.
Berdasarkan
permasalahan sebagaimana di atas, perlu upaya-upaya strategis untuk
mengatasinya. Upaya strategis yang dilakukan harus sesuai dengan kondisi dan
kebutuhan masyarakat, yaitu dengan menerapkan strategi pembangunan secara
partisipatif dengan mengedepankan dasar-dasar pemberdayaan masyarakat. Dan
terkait dengan diberlakukannya program di Kecamatan Pasean khususnya di Desa
Tlontoraja perlu adanya tanggung jawab dari pihak-pihak yang terlibat agar
dalam pelaksanaan program tersebut dapat menjaring target group atau kelompok sasaran yang tepat dan berjalan dengan
baik dan sesuai dengan tujuan yang direncanakan oleh pemerintah. Berangkat dari
fenomena ini maka peneliti mendalaminya dalam bentuk penelitian yang tertuang
dalam judul “implementasi kebijakan program nasional pemerdayaan masyarakat (PNPM )
Generasi Sehat dan Cerdas di Desa Tlontoraja Kecamatan Pasean Kabupaten
Pamekasan”
B.
Rumusan masalah
Berdasarkan konteks penelitian permasalahan di atas, selanjutnya
penulis dapat memfokuskan penelitian masalah sebagai berikut:
1.
Bagaiman Penerapan Generasi Sehat Dan
Cerdas di Desa Tlontoraja Kecamatan Pasean Kabupaten Pamekasan ?
2.
Apa
Faktor Pendukung dan Penghambat dalam Penerapan Generasi Sehat Dan Cerdas di
Desa Tlontoraja Kecamatan Pasean Kabupaten Pamekasan ?
C. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian merupakan salah satu faktor penting karena dapat
menjadi acuan dalam kegiatan penelitian. Oleh karena itu, yang menjadi tujuan
dalam penelitian ini sebagai berikut:
1.
Untuk Mengetahui Penerapan Generasi
Sehat Dan Cerdas di Desa Tlontoraja Kecamatan Pasean Kabupaten Pamekasan
2.
Agar
Supaya Mengetahui Faktor Pendukung dan Penghambat dalam Penerapan Generasi
Sehat Dan Cerdas di Desa Tlontoraja Kecamatan Pasean Kabupaten Pamekasan
D.
Kegunaan Penelitian
Dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat baik secara
teoritis maupun praktis. Secara teoritis hasil penelitian dapat dijadikan salah
satu masukan bagi pengembangan teori-teori Administrasi Negara, khususnya pada
kajian tentang Implementasi Kebijakan Publik.
Adapun secara praktis hasil penelitian ini dapat memberikan
manfaat pada berbagai kalangan Antara lain sebagai berikut :
1.
Bagi instaisi kecamatan.
Dapat memberikan masukan bagi perbaikan pelaksanaan program
nasional pemberdayaan masyarakat ( PNPM ) generasi sehat dan cerdas agar dapat
berjalan dengan baik sesuai dengan prosedur yang di tetapkan.
2.
Bagi kelurahan.
Dapat memberikan masukan bagi para pelaksana tingkat desa terkait
dengan pelaksanaan ( PNPM ) Generasi.
3.
Bagi pokja ( kelompok kerja )
Dapat memberikan masukan bagi pokja terkait dengan penggunan dana
dari pelaksanaan ( PNPM ) generasi.
4.
Bagi Unversitas Madura
Dapat dijadikan sebagai bahan tambahan refrensi dalam rangka
menambah dan melengkapi kajian tentang implementasi kebijakan publik.
5.
Bagi Mahasiswa
Dapat menambah pengetahuan peneliti tentang implementasi kebijakan
publik sehingga dapat menambah keterampilan sebagai bekal untuk terjun
kemasyarakat.
MAKALAH KALIMAT EFEKTIF
KALIMAT EFEKTIF
MAKALAH
Untuk Memenuhi
Tugas Mata Kuliah Bahasa Indonesia yang Diampu oleh Bapak
Moh. Faridi, M.PD.
Oleh:
Nurul Ucik Nurhidayah (31)
Qorina Diana Farda (32)
Riatus Shalihah (33)
Risalatin Karisma (34)
Siti Nurrahmah (35)
JURUSAN HUKUM EKONOMI SYARIAH
FAKULTAS SYARIAH
2018
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, penulis panjatkan puja dan puji
syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufiq, serta
hidayah-Nya kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah Bahasa
Indonesia dengan Kalimat Efektif.
Sholawat
dan salam semoga tetap tercurahkan kepada jungjungan kita Nabi Besar Muhammad
Saw beserta keluarga dan para sahabat-Nya yang telah menyelamatkan kita dari
alam jahiliyah menuju ke alam yang penuh barokah ini.
Penulis menyadari betul
bahwa sebagai penulis tidak luput dari kesalahan, maka dari itu penulis sangat
mengharapkan saran dan kritikan yang sifatnya kontruktif untuk kesempurnaan
makalah ini. Penulis berharap makalah ini dapat bermanfaat bagi masyarakat pada
umumnya dan bagi penulis pada khususnya.
DAFTAR
ISI
HALAMAN SAMPUL ...................................................................................... i
KATA PENGANTAR ...................................................................................... ii
DAFTAR ISI....................................................................................................... iii
BAB
I PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang.......................................................................................... 1
B. Rumusan
Masalah..................................................................................... 1
C. Tujuan
Masalah......................................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN
A.
Pengertian Kalimat dan Kalimat Efektif................................................... 2
B.
Ciri–ciri Kalimat Efektif........................................................................... 4
C.
Unsur-unsur Kalimat Efektif..................................................................... 8
BAB III PENUTUP
A.
Kesimpulan................................................................................................ 12
B.
Saran.......................................................................................................... 12
DAFTAR
RUJUKAN........................................................................................ 13
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Bahasa adalah alat untuk bekomunikasi yang
digunakan manusia dengan sesama anggota mansyarakat lain pemakai bahasa itu. Bahsa itu berisi
pikiran, keinginan , atau perasaan yang ada pada diri si pembicara atau
penulis. Bahsa yang digunakan itu hendaknya dapat mendukung maksud secara jelas
agar apa yang dipirkan, diinginkan, atau dirasakan itu dapat diterima oleh
pendengan atau pembaca.kalimat yang dapat mencapai sasarannya dengan baik
disebut dengan kalimat efektif.
Kalimat efektif adalah kalimat yang dapat
mengungkapkan gagasan pemakainya secara tepat dan dapat dipahami oleh
pendengar/pembaca secara tepat pula. Kalau gagasan yang disampaikan sudah
tepat, pendengar/pembaca dapat memahami pikiran tersebut dengan mudah, jelas,
dan lengkap seperti apa yang dimaksud oleh penulis atau pembicaranya. Akan
tetapi, kadang-kadang harapan itu tidak tercapai. Misalnya, ada sebagian lawan
bicara atau pembaca tidak memahami apa maksud yang diucapkan atau yang
dituliskan. Supaya kalimat yang dibuat dapat mengungkapkan gagasan pemakainya
secara tepat, unsur kalimat yang digunakan harus lengkap dan eksplisit.
Artinya, unsur-unsur kalimat seharusnya ada yang tidak boleh dihilangkan.
Sebaliknya, unsur-unsur yang seharusnya tidak ada tidak perlu dimunculkan.
Kelengkapan dan keeksplisitan semacam itu dapat diukur berdasarkan keperluan
komunikasi dan kesesuaiannya dengan kaidah.
B. Rumusan Masalah
1. Apa Pengertian Kalimat
dan Kalimat Efektif ?
2. Bagaimana Ciri–ciri
Kalimat Efektif ?
3. Apa Unsur-unsur Kalimat
Efektif ?
C. Tujuan masalah
1. Untuk mengetahui
Pengertian Kalimat dan Kalimat Efektif
2. Untuk mengetahui
Ciri–ciri Kalimat Efektif
3. Untuk mengetahui
Unsur-unsur Kalimat Efektif
Subscribe to:
Posts (Atom)


