Monday, March 4, 2019

MAKALAH PERAN PEMERINTAH SIPIL DI INDONESIA


PERAN PEMERINTAH SIPIL DI INDONESIA

MAKALAH

UntukMemenuhiTugas Mata Kuliah “……………..
DosenPengampu :………………




 




Oleh,

……………………………


PROGRAM STUDI HUKUM EKONOMI SYARIAH
JURUSAN SYARI`AH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI MADURA
2018


IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PROGRAM NASIONAL PEMERDAYAAN MASYARAKAT (PNPM ) GENERASI SEHAT DAN CERDAS DI DESA TLONTORAJA KECAMATAN PASEAN KABUPATEN PAMEKASAN


IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PROGRAM NASIONAL PEMERDAYAAN MASYARAKAT (PNPM ) GENERASI SEHAT DAN CERDAS DI DESA TLONTORAJA KECAMATAN PASEAN KABUPATEN PAMEKASAN

PROPOSAL SKRIPSI








Disusun oleh:
DEWI NOVITA PUTRI
( 2014310010 )





UNIVERSITAS MADURA
 FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI
JURUSAN ILMU ADMINISTRASI NEGARA
 KABUPATEN PAMEKASAN
2017
 

DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL........................................................................................ i
HALAMAN PENGESAHAN............................................................................. ii
DAFTAR ISI........................................................................................................ iii
A. PENDAHULUAN …………………………………………………………...1
A. latar belakang............................................................................................... 6
B. rumusan masalah.......................................................................................... 6
C. Tujuan Penelitian ........................................................................................ 6
D. Kegunaan Penelitian.................................................................................... 6
B. KAJIAN PUSTAKA....................................................................................... 8
a. Tinjauan Tentang implementasi kebijakan.................................................... 8
a) pengertian implementasi kebijakan publik................................................ 8
b) kebijakan publik....................................................................................... 9
c) proses implementasi publik....................................................................... 11
d) control pelaksanaan implementasi kebijakan public …………………...13
e) bentuk-bentuk implementasi kebijakan public …………………............14
b. Tinjauan Tentang program generasi sehat dan cerdas................................... 19
a) pengertian program generasi sehat cerdas................................................ 19
b) tujuan program generasi sehat cerdas....................................................... 22
c) sasaran program generasi sehat cerdas..................................................... 23
d) prinsip-prinsip program generasi sehat cerdas …………………………24
C. METODE PENELITIAN................................................................................ 27
1. Jenis penelitian ........................................................................................ 27
2. Lokasi penelitian...................................................................................... 28
3. Focus penelitian....................................................................................... 28
4. Jenis dan Sumber Data............................................................................ 29
5. Tehnik Pengumpulan Data....................................................................... 30
6. Analisisa Data.......................................................................................... 32
7. Keabsahan Data....................................................................................... 35
    DAFTAR PUSTAKA....................................................................................... 37




implementasi kebijakan program nasional pemerdayaan masyarakat (PNPM ) Generasi Sehat dan Cerdas di Desa Tlontoraja Kecamatan Pasean Kabupaten Pamekasan
PENDAHULUAN
A.    Latar belakang
Istilah implementasi muncul kepermukaan beberapa abad yang lalu. Yang pertama menggunakan istilah tersebut adalah Harold Laswell (1956). Sebagai ilmuan yang pertama kali mengembangkan studi tentang kebijaksanaan publik, Laswell menggagas suatu pendekatan yang ia sebut sebagai pendekatan proses (policy process approach). Menurutnya, agar ilmuan dapat memperoleh pemahaman yang baik tentang apa sesungguhnya kebijakan public, maka kebijakan public tersebut harus diuraikan menjadi beberapa bagian sebagai tahapan-tahapan, yaitu: agenda-setting, formulasi, legitimasi, implementasi, evaluasi, reformulasi, dan terminasi. Dari siklus kebijakan tersebut terlihat secara jelas bahwa implementasi hanyalah bagian atau salah satu tahap dari proses besar bagaimana suatu kebijakan public dirumuskan.
Secara ontologis, subject matter studi implementasi adalah atau dimaksudkan untuk memahami fenomena implementasi kebijakan public, seperti: 1) mengapa suaatu kebijkan public gagal diimplementasikan di suatu daerah. 2) mengapa suatu kebijakan public yang sama, yang dirumuskan oleh pemerintah, memiliki tingkat keberhasilan yang berbeda-beda ketika diimplementasikan oleh pemerintah daerah. 3) mengapa suatu jenis kebijakan lebih mudah disbanding dengan jenis kebijakan lain. 4) mengapa perbedaan kelompok sasaran kebijakan mempengaruhi keberhasilan implementasi suatu kebijakan.
Selanjutnya, definisi implementasi mengalami perubahan seiring dengan perkembangan studi implementasi itu sendiri. Pressmman dan Wildavsky sebagai pelopor studi implementasi  memberikan deffinisi sesuai dengan dekadenya. Pemahaman dua serjana tersebut tentang implementasi masih banyak terpengaruh oleh paradigma dikhotomi politik-administrasi. Menurut mereka, implementasi dimaknai dengan beberapa kata kunci sebagai berikut: untuk menjalankan kebijakan (to carry out), untuk memenuhi janji-janji sebagaimana dinyatakan dalam dokumen kebijakan (to fulfill), untuk menghasilkan output sebagaiman dinyatakan dalam tujuan kebijakan (to produce), untuk menyelesaikan misi yang harus diwujudkan dalam tujuan kebijakan (to complete). Van Meter dan Horn (1974) mendefinisikan implementasi secara lebih spesifik, yaitu: “policy implementation encompasses those action by public or private individuals (or group) that are directed at the achievement of objectives set forth in prior policy decision”.
Kebijakan menurut Carl Friedrich (Wahab, 2004), suatu Tindakan yang mengarah pada tujuan yang diusulkan oleh seorang, kelompok atau pemerintah dalam lingkungan tertentu sehubungan dengan adanya hambatan tertentu seraya mencari peluang-peluang untuk mencapai tujuan atau mewujudkan sasaran yang diinginkan. Suharto, 2005 mempertegas bahwa kebijakan adalah suatu ketetapan yang memuat prinsip-prinsip untuk mengarahkan cara-cara bertindak yang dibuat secara terencana dan konsesten dalam mencapai tujuan tertentu. Lain dengan Anderson, 2004 mengemukakan bahwa kebijakan sebagai langkah tindakan yang secara sengaja dilakukan oleh seseorang actor atau sejumlah actor berkenaan dengan adanya masalah atau persoalan tertentu yang dihadapi.
Berdasarkan teori-teori diatas maka dapat disimpulkan bahwa implementasi kebijakan adalah kegiatan untuk mendistribusikan keluaran kebijakan (to delivere polivy output) yang dilakukan oleh para implementer kepada kelompok sasaran (target group) sebagai upaya untuk mewujudkan tujuan kebijkan dan dapat berbentuk suatu usaha yang kompleks dari masyarakat yang diperuntukkan untuk masyarakat sendiri dan pihak lain kebijakan merupakan upaya untuk mengatasi konflik. Tujuan kebijakan diharapakan akan muncul manakala policy output  dapat diterima dan dimanfatkan dengan baik oleh kelompok sasaran sehingga dalam jangka panjang hasil kebijakan akan mampu diwujudkan.
Tekait dengan implementasi Kebijakan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MPd). Pemerintah Indonesia bertekad untuk mencapai pembangunan millenium atau lebih di kenal dengan millenium developments goals (MDGs) tersebut melalui penguat atau perancangan kembali program-program penanggulangan kemiskinan yang telah ada. Mengingat tingkat rendahnya dan pendidikan pada rumah tangga miskin merupakan tantangan utama yang harus di hadapi Indonesia dalam memenuhi MDGs tersebut. Melalui program pemberdayaan masyarakat di harapkan akan mempercepat pencapaian tujuan pembangunan millennium, di antaranya: peningkatan pendidikan dasar, pengurangan angka kematian bayi dan balita, peningkatan kesehatan ibu atau pengurangan angka kematian ibu melahairkan, kesetaraan gender dan penguranga penduduk miskin dan kelaparan.     
Ditinjau dari sisi kebutuhan masyarakat serta pelayanan pendidikan dan kesehatan di Indonesia, ada beberapa masalah yang perlu menjadi perhatian. Beberapa masalah yang terjadi dari sisi kebutuhan masyarakat adalah sebagai berikut :
1.      Ketidaktahuan maupun ketidakpedulian rumah tangga miskin terhadap pentingnya menjaga kesehatan dan mengenyam pendidikan.
2.      Ketidakmampuan keuangan rumah tangga miskin untuk membiayai perawatan kesehatan maupun menyekolahkan anggota keluarganya.
3.      Ketidakmampuan keluarga miskin untuk secara konsisten menjaga keberlanjutan perawatan kesehatan dan pendidikan bagi anggota keluarganya.
Sedangkan beberapa masalah yang terjadi dari sisi pelayanan adalah:
1.      Cakupan layanan kesehatan dan pendidikan yang kurang memperhatikan kondisi sosial budaya masyarakat.
2.      Biaya layanan kesehatan dan pendidikan yang dinilai masyarakat cukup tinggi, terutama bagi keluarga miskin.
3.      Akses layanan kesehatan dan pendidikan yang terlalu jauh dari tempat tinggal keluarga miskin.
4.      Waktu layanan kesehatan dan pendidikan yang kurang sesuai dengan pola aktivitas   anggota keluarga miskin.
Mulai tahun 2007, telah dicanangkan program nasional dalam rangka melanjutkan dan mengembangkan program penanggulangan kemiskinan yang disebut dengan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM Mandiri). Melalui PNPM Mandiri, pemerintah melanjutkan program penanggulangan kemiskinan yang telah berjalan baik seperti Program Pengembangan Kecamatan (PPK) dan atau PNPM Mandiri Perdesaan. Pengalaman dari PPK dan atau PNPM Mandiri Perdesaan, menunjukkan bahwa masalah kesehatan ibu-anak dan pendidikan dasar merupakan masalah yang dihadapi oleh masyarakat miskin, namun belum dapat dijangkau secara optimal. Karena itu dalam rangka memperluas dan mempertajam kegiatan masyarakat dilaksanakan program khusus bagi peningkatan kualitas kesehatan ibu-anak dan pendidikan dasar melalui PNPM Mandiri Perdesaan Generasi yang juga merupakan bagian dari PNPM Mandiri Perdesaan. Melalui program ini, dalam jangka panjang diyakini akan mampu mengurangi angka kemiskinan dan mendorong terciptanya generasi yang sehat dan cerdas di Indonesia. Program khusus ini disebut PNPM Mandiri Perdesaan Generasi Sehat dan Cerdas, yang selanjutnya disebut PNPM Mandiri Perdesaan Generasi (PNPM MPd Generasi).
Dalam rangka pencapaian peningkatan kesehatan ibu-anak dan pendidikan dasar, strategi dan pendekatan dalam pelaksanaan PNPM Mandiri Perdesaan Generasi mengedepankan dasar-dasar pemberdayaan masyarakat, yang memadukan aspek-aspek penyadaran, peningkatan kapasitas dan pendayagunaan. Pelaksanaan PNPM Mandiri Perdesaan Generasi berangkat dari masyarakat, dilakukan oleh masyarakat dan diperuntukkan bagi masyarakat dan dipandang mampu menjamin efektifitas dan keberlanjutan sebuah program penanggulangan kemiskinan. Sebagai bentuk kesinambungan dari program pemerintah yang telah ada sebelumnya, maka pelaku dan kelembagaan yang telah dibangun melalui PPK (Program Pengembangan Kecamatan) dan atau PNPM Mandiri Perdesaan akan tetap digunakan dalam program ini.
Kabupaten pamekasan melaksanakan PNPM generasi mulai tahun 2007. Pada awal pelaksanaannya diterapkan di 13 kecamatan, antara lain Batumarmar, Galis, Kadur, Larangan, Pademawu, Pakong, Palengaan, Pasean, Pagentenan, Proppo, Tlanakan dan Waru. Pada tahun 2007 itu terdapat lokasi kecamatan generasi atau penambahan lokasi PNPM generasi yang salah satunya adalah Kecamatan Pasean.
Desa Tlontoraja merupakan salah satu desa yang melaksanakan PNPM generasi dan memiliki jumlah masyarakat miskin atau RSTM paling banyak. Desa Tlontoraja memiliki jumlah penduduk sebanyak 7.002 penduduk yang terdiri dari 3539 KK dan 1302 KK masuk dalam katagori RTM yang terdapat sasaran program Ibu Hamil, Bayi, Belita, Anak Usia SD dan Anak usia SMP.
Berdasarkan permasalahan sebagaimana di atas, perlu upaya-upaya strategis untuk mengatasinya. Upaya strategis yang dilakukan harus sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat, yaitu dengan menerapkan strategi pembangunan secara partisipatif dengan mengedepankan dasar-dasar pemberdayaan masyarakat. Dan terkait dengan diberlakukannya program di Kecamatan Pasean khususnya di Desa Tlontoraja perlu adanya tanggung jawab dari pihak-pihak yang terlibat agar dalam pelaksanaan program tersebut dapat menjaring target group atau kelompok sasaran yang tepat dan berjalan dengan baik dan sesuai dengan tujuan yang direncanakan oleh pemerintah. Berangkat dari fenomena ini maka peneliti mendalaminya dalam bentuk penelitian yang tertuang dalam judul “implementasi kebijakan program nasional pemerdayaan masyarakat (PNPM ) Generasi Sehat dan Cerdas di Desa Tlontoraja Kecamatan Pasean Kabupaten Pamekasan”
B.     Rumusan masalah
Berdasarkan konteks penelitian permasalahan di atas, selanjutnya penulis dapat memfokuskan penelitian masalah sebagai berikut:
1.      Bagaiman Penerapan Generasi Sehat Dan Cerdas di Desa Tlontoraja Kecamatan Pasean Kabupaten Pamekasan ?
2.      Apa Faktor Pendukung dan Penghambat dalam Penerapan Generasi Sehat Dan Cerdas di Desa Tlontoraja Kecamatan Pasean Kabupaten Pamekasan ?
C.    Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian merupakan salah satu faktor penting karena dapat menjadi acuan dalam kegiatan penelitian. Oleh karena itu, yang menjadi tujuan dalam penelitian ini sebagai berikut:
1.      Untuk Mengetahui Penerapan Generasi Sehat Dan Cerdas di Desa Tlontoraja Kecamatan Pasean Kabupaten Pamekasan
2.      Agar Supaya Mengetahui Faktor Pendukung dan Penghambat dalam Penerapan Generasi Sehat Dan Cerdas di Desa Tlontoraja Kecamatan Pasean Kabupaten Pamekasan
D.    Kegunaan Penelitian
Dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat baik secara teoritis maupun praktis. Secara teoritis hasil penelitian dapat dijadikan salah satu masukan bagi pengembangan teori-teori Administrasi Negara, khususnya pada kajian tentang Implementasi Kebijakan Publik.
Adapun secara praktis hasil penelitian ini dapat memberikan manfaat pada berbagai kalangan Antara lain sebagai berikut :
1.      Bagi instaisi kecamatan.
Dapat memberikan masukan bagi perbaikan pelaksanaan program nasional pemberdayaan masyarakat ( PNPM ) generasi sehat dan cerdas agar dapat berjalan dengan baik sesuai dengan prosedur yang di tetapkan.
2.      Bagi kelurahan.
Dapat memberikan masukan bagi para pelaksana tingkat desa terkait dengan pelaksanaan ( PNPM ) Generasi.
3.      Bagi pokja ( kelompok kerja )
Dapat memberikan masukan bagi pokja terkait dengan penggunan dana dari pelaksanaan ( PNPM ) generasi.
4.      Bagi Unversitas Madura
Dapat dijadikan sebagai bahan tambahan refrensi dalam rangka menambah dan melengkapi kajian tentang implementasi kebijakan publik.
5.      Bagi Mahasiswa
Dapat menambah pengetahuan peneliti tentang implementasi kebijakan publik sehingga dapat menambah keterampilan sebagai bekal untuk terjun kemasyarakat.






MAKALAH KALIMAT EFEKTIF


KALIMAT EFEKTIF

MAKALAH

Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Bahasa Indonesia yang Diampu oleh Bapak Moh. Faridi, M.PD.





 






Oleh:

Nurul Ucik Nurhidayah (31)
Qorina Diana Farda (32)
Riatus Shalihah (33)
Risalatin Karisma (34)
Siti Nurrahmah (35)
           

JURUSAN HUKUM EKONOMI SYARIAH
FAKULTAS SYARIAH 
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI MADURA


2018





KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, penulis panjatkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufiq, serta hidayah-Nya kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah Bahasa Indonesia dengan Kalimat Efektif.
            Sholawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada jungjungan kita Nabi Besar Muhammad Saw beserta keluarga dan para sahabat-Nya yang telah menyelamatkan kita dari alam jahiliyah menuju ke alam yang penuh barokah ini.
Penulis menyadari betul bahwa sebagai penulis tidak luput dari kesalahan, maka dari itu penulis sangat mengharapkan saran dan kritikan yang sifatnya kontruktif untuk kesempurnaan makalah ini. Penulis berharap makalah ini dapat bermanfaat bagi masyarakat pada umumnya dan bagi penulis pada khususnya.



DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL ...................................................................................... i
KATA PENGANTAR ...................................................................................... ii
DAFTAR ISI....................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang.......................................................................................... 1
B.     Rumusan Masalah..................................................................................... 1
C.     Tujuan Masalah......................................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN
A.    Pengertian Kalimat dan Kalimat Efektif................................................... 2
B.     Ciri–ciri Kalimat Efektif........................................................................... 4
C.     Unsur-unsur Kalimat Efektif..................................................................... 8
BAB III PENUTUP
A.    Kesimpulan................................................................................................ 12
B.     Saran.......................................................................................................... 12
DAFTAR RUJUKAN........................................................................................ 13

























BAB I
PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang
Bahasa adalah alat untuk bekomunikasi yang digunakan manusia dengan sesama anggota mansyarakat  lain pemakai bahasa itu. Bahsa itu berisi pikiran, keinginan , atau perasaan yang ada pada diri si pembicara atau penulis. Bahsa yang digunakan itu hendaknya dapat mendukung maksud secara jelas agar apa yang dipirkan, diinginkan, atau dirasakan itu dapat diterima oleh pendengan atau pembaca.kalimat yang dapat mencapai sasarannya dengan baik disebut dengan kalimat efektif.
Kalimat efektif adalah kalimat yang dapat mengungkapkan gagasan pemakainya secara tepat dan dapat dipahami oleh pendengar/pembaca secara tepat pula. Kalau gagasan yang disampaikan sudah tepat, pendengar/pembaca dapat memahami pikiran tersebut dengan mudah, jelas, dan lengkap seperti apa yang dimaksud oleh penulis atau pembicaranya. Akan tetapi, kadang-kadang harapan itu tidak tercapai. Misalnya, ada sebagian lawan bicara atau pembaca tidak memahami apa maksud yang diucapkan atau yang dituliskan. Supaya kalimat yang dibuat dapat mengungkapkan gagasan pemakainya secara tepat, unsur kalimat yang digunakan harus lengkap dan eksplisit. Artinya, unsur-unsur kalimat seharusnya ada yang tidak boleh dihilangkan. Sebaliknya, unsur-unsur yang seharusnya tidak ada tidak perlu dimunculkan. Kelengkapan dan keeksplisitan semacam itu dapat diukur berdasarkan keperluan komunikasi dan kesesuaiannya dengan kaidah.
B.       Rumusan Masalah
1.      Apa Pengertian Kalimat dan Kalimat Efektif ?
2.      Bagaimana Ciri–ciri Kalimat Efektif ?
3.      Apa Unsur-unsur Kalimat Efektif ?
C.      Tujuan masalah
1.      Untuk mengetahui Pengertian Kalimat dan Kalimat Efektif
2.      Untuk mengetahui Ciri–ciri Kalimat Efektif
3.      Untuk mengetahui Unsur-unsur Kalimat Efektif